Organisasi Korem 061/Surya Kencana

1. Sejarah nama Suryakancana dan Logo Badak Putih.

a. Suryakancana diambil dari nama Putra Raja Raden Kanarun ( R, Kyai Aria Wangsa Goparana / Eyang Nangka Beurit ) hasil perkawinan dengan Putri Jin bemama Nyai Tina Dewi Srina putri dari Kyai Zubaedi yang hidup pada tahun 1550 sesudah Masehi dari hasil perkawinan tersebut dikaruniai 3 orang anaK diantaranya " Pangeran Suryakancana ".

b. Suryakancana dalam hidupnya memiliki itekad dan pengabdian yang luhur demi kepentingan untuk mengamankan, mensejahterakan masyarakat wilayah Bogor.

c.  Badak putih  merupakan  hewan  peliharaan  R. Suryakancana yang sangat diandalkan dan memiliki kesaktian Mandraguna baik kecepatan maupun kekuatan

2.  Sejarah Pembentukan Korem 061/SK.

a. Diawali dengan adanya para pemuda-pemuda asal Bogor, Sukabumi dan Cianjur yang mendapat pendidikan dan latihan Militer oleh Jepang yang disebut PETA sebelum Jepang menyerah kepada Sekutu.

b. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, pemuda-pemuda tersebut berjuang bersama rakyat Indonesia merebut kemerdekaan.

c. Setelah Proklamasi para pemuda mempertahankan kemerdekaan dengan membentuk BKR wilayah Bogor atas prakarsa para pemuda diantaranya Ishak Djuarsa.

d. Berdasarkan maklumat pemerintah RI tanggai 5 Oktober 1945 dibentuklah TKR maka Keresidenan Bogor membentuk TKR di wilayati Bogor yang terdin dari 2 Resimen yaitu :

1) Resimen Bogor yang diresmikan tanggal 15 Nopember1945 dengan Komandan Letkol Husen Sastranegara.
2) Resimen Sukabumi dengan Komandan Letkol Acu Basuki.



e. Tanggal 20 Mei 1946 Resimen Bogor dan Resimen Sukabumi dibentuk menjadi Komando Tempur yaitu menjadi Brigade Il/Suryakancana dengan tambahan 1 Resimen dibawah   Kendali Divisi Siliwangi dengan susunan sbb :

- Komandan Brigade-lI/Suryakancana Letkol Edi Sukardi
- Komandan Resimen Bogor Mayor AE. Kawilarang
- Komandan Resimen Sukabumi LetkoI Abdulrahman
- Komandan Resimen Cianjur Mayor Kusno Utomo

f. Tanggal 5 Mei 1949 di likuidasi menjadi TNI Brigade-II/Suryakancana di reorganisasi membawahi menjadi 7 Batalyon sbb: 

- Komandan Brigade-II/Suryakancana Letkol AE Kawilarang 
- Danyon VI   Mayor Kusno Utomo 
- DanyonVlI Mayor RA Kosasih 
- Danyon VIII Mayor Ibrahim Adjie 
- Danyon IX  Kapten Effendi
- Danyon X  H. DasuKi
- Danyon XI Kapten Kemaf Idris 
- Danyon 153 KaptenHamid

g. Pada tanggal 1 September 1949 dibentuk Komando Militer Daerah IV disingkat KMD IV Brigade 15 Divisi Sillwangi yang berada di Cigunung Sukabumi, membawahi 3 Batalyon dengan susunan sbb:

- Komandan Brigade 15 Divisi Siliwangi Letkol RA. Kosasih
- Danyon ”J” Kapten Tarmat W di Bogor
- Danyon " H" Kapten Suyoto di Cianjur 
- Danyon ”I” Kapten Mursid  di Sukabumi

h. Pada tanggat 20 Mei 1950 KMD IV diganti namanya menjadi Brigade" D" Letkol Sambas Atmadinata. Brrgade" D " membawahi 2 Batalyon Infanteri yaitu :

1) Balalyon 1513 dengan Komandan Batalyon Kapten Inf Lukas Kustaryo.
2) Batalyon 1515 dengan Komandan Batalyon Kapten Inf D. Mahmud Pasha.



i.    Pada tanggal 1 Juni 1352 Brigade " D ” diganti namanya menjadi Resimen Infanteri 8 dengan Komandan Brigade Letkol Sambas Atmadinata. Resimen Infanteri 8 membawahi 3 Batalyon organik yaitu :

1) Batalyon Infanteri 310 berkedudukan di Cianjur.
2) BatalyonInfanteri 315 berkedudukan di Cipayung Bogor
3) Batalyon Infanteri 329 berkedudukan di Sukanegara.




j. Pada tanggal 20 Mei 1958 Resimen Infanteri 8 diganti namannya menjadi Korem Bogor dengan Komandan Korem yaitu Lefkol R. Ahmad Wiranatakusumah.

k. Pada tanggal 4 Juli 1960 nama Korem Bogor diganti namannya menjadi Komando Resor Militer 061/Suryakancana dengan Komandan Korem yaitu Letkol M. Ishak Djuarsa. Dengan tekad "  LEBIH BAIK HANCUR TETAPI BERHASIL DARI PADA UTUH TETAPI GAGAL ".

I. Korem 061/Suryakancana membentuk Satuan Tugas Komando Operasi yang melahirkan operasi " Pager Betis " untuk menumpas DI/TII di Gunung Pangrango, Gunung Gede dan Gunung Salak serta Bandung Selalan. Operasi Pager Betis ini selanjutnya menjadi Pola Operasi menumpas DI/TII di Jawa Barat, karena telah berhasil menangkap tokoh-tokoh DI/TII yaitu Ateng Jaelani, Zaenal Abidin Cs. Dari pengalaman tugas operasi telah lahir Motto yang dapat membangkitkan   semangat   juang   dan  pengabdian   yaitu : " WAWANEN JEUNG WIWAHA CARICING BARI WASPADA " yang artinya Keberanian dengan perhitungan, siap sedia sambil tak lengah. Motto inilah yang menjadi Sasanti Korem 061/Suryakancana.

m. Berdasarkan Keputusan Kepala Slaf TNl AD No. Kep/ 14 /XII / 1984 Tanggal 6 April 2001 tentang perubahan Orgas Korem, maka Korem 061/Sk saat ini terdiri dari Komando pelaksana Makorem berkedudukan di Bogor dengan membawahi:

1) Kodim 0606/Kodya Bogor yang berkedudukan di Kota Bogor
2) Kodim 0607/Sukabumi yang berkedudukan di Sukabumi.
3) Kodim 0608/Cianjur yang berkedudukan di Cianjur
4) Kodim 0621/Kab. Bogor yang berkedudukan di Cibinong
5) Yonif 315/Grd yang berkedudukan di Gunung Batu Bogor
6) Denpom Ill/1 Bogor
7) Denkesyah 03.04.01 Bogor
8) Denpal 03.12.02 Bogor
9) Denbekang III.44.01 Bogor
10) Denzibang 2/III Bogor
11) Ajen Rem 061/Sk Bogor
12) Pekas Gabrah 20 NA.2 05.04 Bogor













3. Pengalaman Tugas.


a. Tugas Operasi

1) Penumpasan DI/TII Kartosuwiryo 1949-1962
2) Penumpasan Apra Bandung/Makasar 1950
3) Penumpasan RMS 1950
4) Menumpas Dl/Tll Kahar Muzakar 1954-1964
5) Menumpas pemberontekan PRRI/Permesta 1957-1880
6) Tugas operasi pembebasan Irian Barat 1962
7) Operasi Dwikora 1963
8) Penumpasan G.30S/PKI 1965









b. Tugas Lain

1) Pam VVIP
2) Pam Pilkada/Pemilu
3) Pam Obyek Vital 
4) Bantuan Bencana Alam





4. Para Pejabat Komadan Korem 061/Suryakancana yang pertama adalah  Letkol RA Kosasih dari tahun 1949 s/d 1950 dan terakhir Kolonel Inf Agus Sutomo tahun 2008 s/d sekarang.